Arti Sebuah Warna Kulit

Aku jadi teringat ketika SMA, menjelang hari valentine yang konon sangatlah diributkan oleh gadis-gadis remaja yang ingin sekali merayakan, jalan dengan sang pacar atau mengadakan acara bersama teman-teman. Tiba-tiba aja aku dikejutkan dengan kedatangan mahkluk halus bernama Rani yang lari terbirit-birit.

” Ngapain sih Ran, ngagetin gue aja, ” kataku sengit.

” Menurut loe muka gue gimana sih, San?”.

” Kalo gue liat sih muka loe masih lengkap. Mata dua…idung satu..bibir loe ada…” lanjutku heran.

” Bukan…bukan itu, maksud gue..kulit muka gue khan warnanya sawo mateng, trus gue pengen banget pas malem valentine muka gue  keliatan putih atau minimal keliatan beda deh,” Rani berkicau ga pake spasi.

” Sawo mateng?? Tanyaku heran. ” Tau dari mana warna kulit loe sawo mateng? Kayanya sawo busuk deh?” kataku sambil ketawa.

” Jahat banget sih loe, cantik gini dibilang sawo busuk..kayanya lebih cocok sawo yang abis keinjek deh, kan ga jelas tuh bentuknya,” bales Rani sambil ketawa juga akhirnya.

” Oke deh, Ran..sebetulnya what’s happened to you?”.

” Gue bingung nih make up yang cocok? Bantuin gue dong?”

” Oke..oke, nanti siang ke rumah gue ya. Kita utak-atik muka loe”, jawabku konyol.

Ternyata aku ketiduran, pas Rani datang sambil repot bawa tentengan yang isinya perlengkapan make-up pinjeman nyokapnya.

” Ya ampun kok loe malah tidur sih, bukanya siapin dulu perlengkapannya, ” Rani mengguncang-guncang badanku sampe terbalik-balik.

” Iya deh, sini langsung duduk aja dibangku,” kataku sambil menuju kamar Mama mau pinjem alat make-up juga.

Sebetulnya aku tidak begitu paham tentang alat make-up dan fungsinya. Tapi demi sahabatku yang aneh ini, ga pa-pa deh berkorban buat dia, toh dia juga mau jadi volunteer. Aku kasih alas bedak, secara aku liat dulu baca aturan pakainya hihihi. Lanjut pakai bedak yang warnanya natural. Naahhh…ini yang bingung ngeliat warna eye shadow banyak banget. Warna lampu lalu lintas ada, warna pelangi lengkap, warna koleksi cat Dulux lebih lengkap….

” Loe suka warna apa, Ran?”

” Warna cerah, donk..biar fresh look?” Timpalnya sambil colek-colek semua warna eye shadow yang kemudian dijilatnya.

” Ngapain loe ngemil gituan?” Aku cuma bisa melongo.

” Hihi..geregetan liat warnanya, kaya gulali yang tiap hari lewat depan rumah gue?”

Segera aku pilih yang warna merah, langsung aku oles kelopak matanya dengan warna kuning. Berhassilll….ga karuan.

” Haahh.., apaan nih,” Rani menjerit ketakutan ngeliat mukanya.

” Tenang..kita hapus dulu and nanti gue ganti warna lain, ” jawabku menghibur.

Tiba-tiba aku jadi teringat waktu ada acara kondangan, semua orang dirumah sibuk ada yang mondar-mandir cocokin baju, dandan, teriak-teriak yang ga jelas maksudnya..! Tapi aku tertarik sama kegiatan sepupuku yang waktu itu sudah berumur 25 tahunan kalo ga salah, dandan sendirian di pojok pintu. Wwooww..its perfect. Dari atas sampe bawah, dari kiri sampe kanan semua serba kontras.Bingung kan maksudnya..hehe. Baju dan make-up yang dipakainya sesuai banget. Kenapa sepupuku itu jadi keliahatan sangat sempurna dengan riasan dan gaun yang sebetulnya sangat sederhana.

” Ran, karena kulit loe sawo mateng, gue coba warna yang natural aja ya. Kalo gue kasih warna yang rame, takut dikira orang loe pelangi jatuh ke bumi”.

” Terserah loe aja, yang penting gue terima beres aja, ” Sahutnya.

Aku coba warna coklat yang dimix dengan Bronze dan sedikit campuran merah sebagai warna penerang. Ambil maskara, aku langsung lentikkan bulu matanya. Hasilnya..blepotan ga karuan, apalagi karena kedipan demi kedipan yang akhirnya memang meruntuhkan tinta maskara itu ke bawah mata. Satu demi satu tiap mengaplikasikan make up pada wajah Rani, aku sangat hapal dimana aku salah untuk memberikan diberbagai riasan.

” Udah tuh, Ran. Liat donk hasil riasan gue.” Ihh..ternyata loe emang cocok dengan riasan soft. Jangan terlalu banyak main warna, karena kulit loe emang sawo bususk..ehh..mateng,” Aku memberikan saran dengan sok tau. Tapi, sebetulnya memang jadi beda aku melihat sosok Rani yang tomboi berdandan.

” Hmm..bolehlah kalo cuma buat gue,” Sahutnya senang.

Langsung aku merapikan perlengkapan mama yang aku pinjam. Selesai…..

” Gue mau nonton sinetron dulu ah, Ran!”

” Ya udahlah, gue juga mau cabut sekarang. Bentar lagi Aldy jemput gue. Tks ya,” Sambil beberes Rani menghambur keluar kamar.

” San, ternyata Aldy kaget liat penampilan gue. Fresh look katanya “. Pesan singkat yang aku terima lewat Pager yang waktu itu Gadget paling top .

” Wow, gue jadi iri,” Jawabku via pager juga.

Akhirnya aku cuma bis tertidur juga selagi membaca majalah versi kecantikan karena penasaran dengan trik-trik make up.

” San, bangun dong..Rani nelepon tuh,” Adikku teriak-teriak.

Aku langsung loncat kaget, karena suara adikku sangat kencang sekali.

” Hallo.., napa Ran?’ Sahutku malas

” Gue..gue…hu..hu..hu..,” ternyata Rani nangis

” Eh..Kenapa loe nangis? Salah gue apa, Ran,”  Jawabku heran

” Ternyata gue diputusin Aldy, katanya dia bakalan tinggal di Amrik dan ga mau hubungan jarak jauh ma gue. Gue dandan kaya gini juga percuma, makanya langsung gue hapus aja.”

” Hahh..!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: